Jakarta, dnewsstar..com– Mari kita stop kebencian yang yang fanatik sempit yang hanya akan mengakibatkan generasi saat ini terkena herd stupidity
Sudahi pro kontra cebong dan kampret. Pillres sudah selesai bahkan Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo bertarung 2 kali sekarang bersatu membangun Indonesia. kenapa kita harus mewariskan tudingan Cebong dan Kampret yang melahirkan fanatik yang sempit menjadi lingkaran setan.

Kanjeng Norman menerobos sekat sekat itu yang bertujuan agar bersatu padu peduli kesulitan rakyat yg sebenarnya, Kanjeng Norman berani menemui Roky Gerung dan Lius sebagai pintu masuk masalah Mafia Tanah terjadi dimana mana dan kalau bersatu aktivis2 akan maju bersama membantu program Presiden Jokowi memberantas mafia tanah, ketahanan pangan dan wabah covid 19.

Pikirkan generasi bangsa kedepan apakah hanya melanjutkan estafet permusuhan yg dibuat generasi saat ini!!!
Daripada sibuk issue PKI
Sadarkah yg mengkotak kotakkan issue cebong kampret sama juga dengan PKI yg tujuannya memecah belah sehingga nkri terbelah
Ini fakta zaman saat ini!!!
Lebih baik ikuti suri tauladan presiden jokowi dengan segala kerendahan hatinya semua elite politik dirangkul demi mempertahankan keutuhan NKRI harga mati
Lebih baik semua bersatu memikirkan pandemi agar bangsa ini sama sama keluar dari tantangan terbesar saat ini dalam menangani pandemi


jangka menengah dan panjang, perlu dibangun “Sistem Ketahanan Kesehatan Rakyat”, dan ini sejalan dengan rakyat sebagai garda terdepan. Pemikiran ini mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan kemerdekaan, bahwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 bisa diraih karena semuanya bersatu dan berjuang “bersama-sama” rakyat.


Dengan perang gerilya Indonesia akhirnya kemerdekaan dicapai. Walaupun ini tidak terlepas dari hadirnya “strong leadership” seorang pemimpin bangsa dan ada kehendak bersama untuk melawan penjajah.
Saat ini seluruh dunia berjuang menghadapi Corona, ibaratnya kita telah mengalami PD III (Perang Dunia Ke III) dan musuhnya tidak nampak oleh mata namun riil dapat menyerang dalam hitungan detik.


Lebih dahsyat dari kecepatan mesiu atau senjata api. Indonesia sudah kodrat Ilahi merupakan bangsa yang beragam (lebih dari 1200 suku bangsa) dan 17000 pulau yang dipersatukan oleh laut/air (tanah air Indonesia). Keberagaman Indonesia seharusnya bisa menjadi kekuatan Indonesia sebagai bangsa apabila ada kesadaran untuk bersatu, bergotong royong menghadapi Covid-19.
Untuk itu diperlukan tiga hal yang mendasar (3 syarat) dalam penanganan Covid-19, yaitu:

  1. Political Will dari para penyelenggaranya untuk mengawal komitmen nasional menangani Corona dengan bergotong royong
  2. Ada strong leadership di semua tataran kepemimpinan agar bahtera Indonesia dapat melaju terus menuju sasaran (cita-cita) bersama dengan Pancasila sebagai pedoman dalam melaksanakan program dan kebijakan pembangunannya.
  3. Adanya penegakan hukum (law and order) untuk mengatasi semua pelanggaran dalam penanganan Covid-19.
    Covid-19 bisa dijadikan satu momentum perubahan untuk menjadi lebih baik, lebih maju dalam meraih cita-cita nasional seperti terkandung dalam Pembukaan UUD 1945: Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Hilangkan ego sektoral, kelompok, golongan, partai, ataupun kepentingan-kepentingan lain, dan fokus pada sasaran pokok penanganan Corona demi kesejahteraan seluruh rakyat.
    Sekarang saatnya membangun Sistem Ketahanan Kesehatan Rakyat, sinergikan potensi desa yang ada, puskesmas sebagai Pusat Kesehatan Rakyat, dsb. Agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negar maju maka semua upaya yang dilakukan harus berbasis IPTEK, apalagi di era digitalisasi saat ini.
    Bayutami sammy amalia
    Ketua umum sekber jokowi nusantara
    (Pendukung jokowi sejak 2012) . (Fay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here