Connect with us

News

BNN dan BNPT Siap Bangun Kekuatan Lawan Narkoba dan Terorisme

Published

on

Jakarta, dNewsstar.com – Dua lembaga negara yang menangani permasalahan krusial di Indonesia, BNN dan BNPT lakukan pertemuan bersama, Selasa (3/9/2019). Pertemuan yang berlangsung di kantor salah satu kementerian di Jakarta tersebut dilakukan guna membahas lebih lanjut berbagai kerja sama yang dapat dibangun di antara keduanya.

Berdasarkan hasil pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam, BNN dan BNPT sepakat untuk bersinergi bersama dan akan diperkuat dengan penandatangan nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama (PKS) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Jika terorisme menyebabkan orang meninggal dalam jumlah yang cukup banyak dalam satu waktu, maka narkoba menyebabkan suatu bangsa kehilangan generasi penerusnya,” ungkap Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Hendri Paruhuman Lubis.

Selain Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT tersebut beberapa pejabat BNPT turut hadir diantaranya Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT; Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT; Direktur Pencegahan BNPT; dan Direktur Deradikalisasi BNPT.

Sementara itu, BNN diwakili oleh Adhi Prawoto selaku Sestama BNN dan didampingi oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Kerja Sama, Kepala Pusat Laboratorium BNN, serta Kepala Biro Humas dan Protokol BNN.

Menurut Adhi Prawoto kerja sama yang akan dibangun ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. BNN dan BNPT ke depan akan melakukan kolaborasi dalam aksi-aksi nyata dalam mengatasi permasalahan peredaran gelap narkotika dan terorisme, terlebih pada kasus narcoterrorism.

BNN dan BNPT Siap Bangun Kekuatan Lawan Narkoba dan Terorisme Jakarta, – Dua lembaga negara yang menangani permasalahan krusial di Indonesia, BNN dan BNPT lakukan pertemuan bersama, Selasa (3/9/2019).

Pertemuan yang berlangsung di kantor salah satu kementerian di Jakarta tersebut dilakukan guna membahas lebih lanjut berbagai kerja sama yang dapat dibangun di antara keduanya. Berdasarkan hasil pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam, BNN dan BNPT sepakat untuk bersinergi bersama dan akan diperkuat dengan penandatangan nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama (PKS) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Jika terorisme menyebabkan orang meninggal dalam jumlah yang cukup banyak dalam satu waktu, maka narkoba menyebabkan suatu bangsa kehilangan generasi penerusnya,” ungkap Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Hendri Paruhuman Lubis.

Selain Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT tersebut beberapa pejabat BNPT turut hadir diantaranya Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT; Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT; Direktur Pencegahan BNPT; dan Direktur Deradikalisasi BNPT. Sementara itu, BNN diwakili oleh Adhi Prawoto selaku Sestama BNN dan didampingi oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Kerja Sama, Kepala Pusat Laboratorium BNN, serta Kepala Biro Humas dan Protokol BNN.

Menurut Adhi Prawoto kerja sama yang akan dibangun ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. BNN dan BNPT ke depan akan melakukan kolaborasi dalam aksi-aksi nyata dalam mengatasi permasalahan peredaran gelap narkotika dan terorisme, terlebih pada kasus narcoterrorism.

“Narkoba dan terorisme sama-sama masuk ke dalam extra ordinary crime. Oleh sebab itu, kita perlu bekerja sama untuk membangun kekuatan melawan tindak kejahatan tersebut jika tidak ingin terjadi lost generation karena narkoba dan paparan radikal akan menggerogoti bangsa,” ujar Sestama BNN. (Nn)

Continue Reading